TENTANG SIGI

SEJARAH SINGKAT

KABUPATEN SIGI

 

Sebelum ditaklukan oleh pemerintah Belanda pada Tahun 1904 wilayah Kabupaten Sigi merupakan salah satu wilayah pemerintahan raja-raja yang berdirisendiri-sendiri  d iProvins iSulawesi Tengah,  yaitu Kerajaan Sigi Dolo  yang  pusat pemerintahannya berkedudukan di Bora. Pemerintah Hindia Belanda menduduki kerajaan ini setelah mengalami perang Sigi Dolo.Perang diakhiri dengan penanda tanganan perjanjian yang dikenal dengan langeverkliring  yang kemudian disusul konterverkliring  yang intinya pengakuan terhadap kedaulatan pemerintahan Belanda atas wilayah-wilayah kerajaan tersebut.

Setelah ditaklukan pada tahun 1904 dijadikan wilayah administratif dengan nama distrik, selain dari distrik yang dinamakan onder distrik.  Gabungan dari beberapa distrik disebut swapraja atau disebut landscap (Zelfsbestewer ondeland schappen).Untuk mengatur pemerintahan dalam wilayah swapraja ini sebagai pelaksanaan korteverklering, pemerintah Belanda menetapkan  peraturan tentang daerah-daerah yang pemerintahan sendiri berlaku sejak tahun 1927 dan diubah pada tahun 1938 dengan nama zelfbestusregelen.

Dalam perkembangan selanjutnya wilayah Sulawesi Tengah dijadikan beberapa Afdeling,  dimana Kerajaan Sigi Dolo masuk ke Onder afdeling Palu.  Pada akhir tahun 1948 Sulawesi Tengah menjadi satu daerah otonom dengan Ibu Kota Poso.Oleh pemerintah dibentuk dua badanya itu dewan raja-raja yang diketuai oleh Bestari Laborahima anggotanya sebagian besar ditunjuk oleh pemerintah selaku penasihat.Dengan terbentuknya Sulawesi Tengah maka lembaga-lembaga pemerintah seperti residen, asistenresiden, gezag, hebar/kontreleur dihapuskan dan dirubah menjadi kepala pemerintahan negeri, sedang Landschap menjadi Swapraja.

BerdasarkanKeputusanGubernur Sulawesi Tengah Tanggal 23 OktoberTahun 1951 (diubahkembalitanggal 30 April 1952) daerah Sulawesi Tengah kembalimenjadiduawilayahadministratif.Sehubungandenganpembagianinimaka DPRD Sulawesi Tengah padaTangal 16 November 1951 menyatukandiribersamadewanpemerintahdaerahdanmenyerahkantugasdankekuasaankepadaGubernur Sulawesi Tengah dengan surat tanggal 4 Maret 1952 No. 183, pembubaran daerah Sulawesi Tengah dan daerahnya menjadi daerah Swatantara.

Berdasarkan peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 1952 terhitung mulaiTanggal 12 Agustus 1952 daerah Sulawesi Tengah dibagi menjadi dua  kabupaten yaitu :

  1. Kabupaten Donggala yang wilayahnya meliputi bekas Onder afdelingPalu, Donggala, Parigi dan Toli-toli;
  2. Kabupaten Poso yang wilayahnya meliputi bekas Onder afdeling Poso, Bungku/Mori dan Luwuk.

Selanjutnya berdasarkan undang-undang Nomor 29 Tahun 1953 tentang pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi Tengah, Kabupaten Donggala dibagi menjadi dua kabupaten

Daerah tingkat II yaitu:

  1. Kabupaten Daerah Tingkat II Donggala meliputi Onder Afdeling Palu, Donggala dan Parigi;
  2. Kabupaten Daerah Tingkat II Toli-toli meliputi OnderAfdeling Toli-toli dan Buol.

Kemudian diterbitkan dan disyahkanUndang-Undang  No 27 Tahun 2008 mengenai pembentukan Kabupaten Sigi pada tanggal 21 Juli 2008. Sebelumnya Kabupaten Donggala telah mengalami pemekaran menjadi Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong.   Dari 30 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Donggala sebanyak 15 kecamatan masuk ke Kabupaten Sigi yaitu Kecamatan Pipikoro, Kecamatan Kulawi Selatan, Kecamatan Kulawi, Kecamatan Lindu, Kecamatan Gumbasa, Kecamatan Nokilalaki, Kecamatan Palolo, Kecamatan Sigi Biromaru, KecamatanTanambulava, KecamatanDolo, Kecamatan Dolo Selatan, Kecamatan Dolo Barat, Kecamatan Marawola, Kecamatan Kinovaro dan Kecamatan Marawola Barat.   Adapun pejabat Bupati yang pertama ditunjuk adalah Drs. Hidayat.

ARTI DAN MAKNA

LAMBANG KABUPATEN SIGI

 

 

 

A.  SinopsisLambang Daerah KabupatenSigi

Bentuk lambang bersegi lima melengkung dan membentuk perisai sebagai dasar dengan substansi lambang adalah bundar dan figure  taiganja yang dilambangkan sebagai manusia (seorang wanita cantik) yang dikelilingi oleh bambu kuning. Mitologi kuno tentang asalusul nenek moyang bangsawan (madika) orang Kaili yang menjelma (mebete) dari rumpun bambu kuning, yang lazim disebut To Manuru.

Turun dari langit dengan memakai pakaian indah dan memakai kalung dengan buah kalungnya adalah Taiganja.To Manuru kemudian dikawini oleh Tomalanggai (raja yang berwibawa, pemberani yang adil dan bijaksana).

Keturunan  ToManuru inilah kemudian yang menjadi bangsawan-bangsawan atau raja-raja yang memimpin masyarakat menjadi sejahtera dan berkeadilan dan sebagai warisan To Manuru menyerahkan Taiganja kpada keturunannya sebagai bukti dan tanda titisannya dalam melaksanakan adat istiadat yang dijalankan.Simbol Taiganja adalah sebuah lambang memiliki arti sentral dan sacral serta kompleks dalam kehidupan dan penghidupan di masyarakat adat Kaili dan adat Kulawi.

Simbol Taiganja pada bagian kepala terdapat tanduk kerbau yang tajam menghadap keatas langit yang melambangkan sebagai suatu; kekuatan, keberanian, kesuburankesejahteraan), kehormatan, keamanan, kedamaian.

Uraian diatas memberi makna gerak dan goresan ukiran yang dinamis dalam symbol Taiganja. Memberi makna bahwa masyarakat Sigi telah memiliki suatu tekad yang bulat dan dilandasi“MARESO MASAGENA” dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dengan lebih mendekatkan iman dan takwa dalam hubungan manusia dengan Tuhan; mempererat tali silaturahmi hubungan manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan alam secara seimbang; serasi dan harmonis dalam suatu kedamaian.

silahkan download GAMBARAN UMUM GEOGRAFIS SIGI,GAMBARAN UMUM KEPENDUDUKAN,VISI MISI KABUPATEN SIGI

3 comments on “TENTANG SIGI

  1. Kerajaan Sigi Dolo pusatnya bukan di Bora bro…………
    yang ada Kerajaan Sigi pusatnya di Bora, orang-orang yang sekarang tinggal di Dolo itu asalnya dari Bora mereka di usir karena tidak mau mengikuti perintah raja…..

    kalau tulis sejarah sumbernya jangan cuman berasal dari satu atau dua orang saja……
    jangan sampai memutar balikkan fakta……

    • ini tulisan yg bersumber dr beberapa SKPD,,semacam pengantar Renstra mereka, ini boleh dimiliki oleh banyak orang bro..tapi terlepas dr valid atau tidak validnya isi sejarah pendek Sigi dari sumber tulisan ini yang menjadi pertanyaannya adalah, benar tidak bahwa kerajaan Sigi Dolo itu ada atau tidak ?? atau hnya kerajaan Sigi/Higi Saja yga terletak Di bora seperti yang anda maksud ??… karena orang2 tua di dolo memang mengakui bahwa kerajaan Sigi Dolo memang ada dan punya hubungan erat dengan Bora..kalau memutar balikkan fakta itu jauh bro,,isi tulisan ini tdk sampai ke arah itu,coba cerna baik baik dulu isinya..karena kalau Sigi Dolo mmg tdk berpusat di Bora,itu mungkin keliru penafsirannya tapi tidak memutar balikkan fakta,sebab hubungan Dolo dan bora memang erat di masa2 Pitunggota dn patanggota bahkan sebelum itu,.dan kedekatan itu tidak hanya di akui oleh satu atau dua orang saja,,!!! kalau bertanya dengan sumber2 di Bora mungkin pendapat anda yg menyatakan bahwa “orang-orang yang sekarang tinggal di Dolo itu asalnya dari Bora mereka di usir karena tidak mau mengikuti perintah raja…..”” akan di benarkan,, tapi apa berani anda menanyakan itu dengan narasumber di seputaran dolo,tulo,kaleke ?? maaf tp menurut saya justru pendapat anda yang hanya berdasar pada satu atau dua org saja.,apa lagi sampai menyimpulkan bahwa ini adalah fakta yang diputarbalikkan..sejarah kaili sudah kusut sejak lama yang lalu, semua wilayah mengatakan bahwa tempat mereklah pucuk pimpinannya,disanalah asal muasalnya, disanalah pusatnya…tapi apa buktinya?? smua bukti toh hanya tutura..Tidak ada orang yang menafikkan bahwa memang ada kerajaan Sigi Di bora,, tapi itu bukan berarti bahwa semua kehidupan kerajaan wilayah kaili lainnya bersumber dari sana, jadi jika kami tak menafikkan kerajaan Sigi di Bora, saya pikir tidak satu orang kaili jiga yang menafikkan bahwa Sigi dolo memang Eksis…

      • sekali lagi terima kasih untuk masukannya,, dan kalau saya bs memberi masukan juga,,lebih baik anda coba mulai mendeskripsikan juga tentang apa yang anda tahu soal sejarah sigi, coba tulis dan uploadlah dimana saja agar ada sudut pandang lain tentang sejarah sigi, dan publik bs tahu,,tapi konsekuensinya mmg akan membingungkan publik, bahwa jika di tulis oleh org dolo, maka sjrh brpihak dsana,jika d tulis oleh org bora,sejarah brpihak dsana lagi, ditulis biromaru,eh sejarah malah ksana juga, di tulis org Dombupun sejarah berpihak kesana..jadi yang kita bisa sejauh ini adalah saling menghargai bro !!! dn jangan coba memkasakan kebanaran sejarahj adalah di pihak kita… coba tulis sejarah sigi versi mu,,saya sangat yakin banyak pihak pun yg tdk menga amini itu. apa lagi ketika berani mengatakan ada wilyah lain yang orang2 nya ternyata adalah buangan dr satu wilayah,apa lagi itu wilayah penulis.. heheh … berimba ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s